Finalis Lomba Berbalas Pantun Tingkat Umum Event Kurma Ramadhan Fair 2026 Bertanding
122 | Ditulis oleh adminDalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan 1447 H serta menghidupkan kembali khazanah budaya Melayu di Bumi Segantang Lada, panitia Event Kurma Ramadhan 2026 menyelenggarakan Lomba Berbalas Pantun sebagai ruang ekspresi, kreativitas, dan silaturahmi masyarakat Kepulauan Riau. Kegiatan ini menjadi ajang untuk meneguhkan pantun sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui dunia, sekaligus memperkuat identitas dan kejayaan Melayu.
Berikut finalis Lomba Berbalas Pantun Event Kurma Ramadhan 2026 yang akan digelar pada Tanggal 02 Maret 2026.
- BUNA BERPANTUN TANJUNGPINANG
- BUJANG MAWOK BINTAN
- SIRIH EMAS TANJUNGPINANG
- TUNAS MELAYU BINTAN
- SMAN 1 BINTAN UTARA BINTAN
- HIMA KIP 2 BINTAN
- KEMBANG SEROJA TANJUNGPINANG
- PEMANTUN MABIN BINTAN
- INTAN MUSTIKA TANJUNGPINANG
- RENTAK GHALIB TANJUNGPINANG
- SMANSA BINTIM
- TIM PANTUN SMKN 1 TANJUNGPINANG
- SMA NEGERI 3 KUNDUR
- SMA NEGERI 1 LINGGA TIMUR
Adapun petunjuk teknis Lomba Berbalas Pantun Event Kurma Ramadhan 2026
A. Tema Pantun
Pantun yang dibawakan peserta harus mengangkat salah satu atau perpaduan dari tema berikut:
- Ramadhan (nilai spiritual, kebersamaan, ibadah, dan kemuliaan bulan suci)
- Ekonomi Kreatif (inovasi, UMKM, kewirausahaan, dan kemandirian masyarakat)
- Kejayaan Melayu (budaya, sejarah, marwah, dan peradaban Melayu)
Tema-tema ini diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta untuk menyampaikan pesan yang membangun, mencerdaskan, serta menghibur.
B. Peserta
- Peserta merupakan masyarakat umum atau pelajar yang berdomisili di Provinsi Kepulauan Riau.
- Peserta mengikuti lomba dalam bentuk tim yang terdiri dari 3 (tiga) orang.
- Selama perlombaan berlangsung, peserta wajib mengenakan pakaian Melayu yang baik, sopan, dan mencerminkan identitas budaya daerah.
C. Aturan Lomba
- Lomba dilaksanakan dalam bentuk berbalas pantun (pantun jual-beli) antara dua tim secara bergantian.
- Lomba akan dipandu oleh Juru Hebah.
- Setiap tim wajib menyiapkan pantun pembukaan sebagai bentuk perkenalan.
- Durasi pertandingan untuk 1 putaran adalah tujuh menit.
- Setiap tim diberi kesempatan untuk menjual dan membeli dua buah pantun.
- Setiap tim diberikan waktu 30 (tiga puluh) detik untuk menyusun dan menyampaikan pantun balasan (pantun beli).
- Peserta diperbolehkan membawa pena dan kertas untuk menyusun pantun balasan.
- Peserta diperbolehkan membawa naskah pantun jual yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Lomba ini menekankan ketangkasan berpikir, kelincahan berbahasa, serta kemampuan merespons dengan santun dan cerdas.
D. Syarat Pantun
Pantun yang disampaikan harus memenuhi kaidah pantun yang baik dan benar, yaitu:
- Satu bait terdiri dari 4 (empat) baris.
- Setiap baris terdiri dari 4–5 kata.
- Setiap baris terdiri dari 8–12 suku kata.
- Bersajak A-B-A-B.
- Baris pertama dan kedua sebagai sampiran.
- Baris ketiga dan keempat sebagai isi.
- Pantun boleh disampaikan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Melayu Kepulauan Riau.
- Pantun tidak diperkenankan mengandung unsur SARA, pornografi, maupun hal-hal yang dapat menyinggung pihak tertentu.
E. Kriteria Penilaian
Penilaian dewan juri meliputi:
- Kesesuaian pantun dengan kaidah struktur dan rima yang benar.
- Pemilihan diksi, gaya bahasa, dan kreativitas dalam menyampaikan pesan.
- Kesesuaian isi pantun dengan tema yang telah ditentukan.
- Penampilan peserta selama perlombaan, meliputi artikulasi, vokal, ekspresi, penguasaan panggung (lewa-lewa), serta keserasian kostum.
Melalui lomba ini, diharapkan lahir generasi pemantun yang tidak hanya piawai merangkai kata, tetapi juga mampu menjaga marwah budaya Melayu dengan santun, cerdas, dan penuh makna. Ramadhan menjadi momentum menyemai nilai, menguatkan silaturahmi, dan meneguhkan kejayaan Melayu melalui pantun yang hidup di tengah masyarakat.*** 