...

Sanggar Bintan Telani Kota Tanjungpinang Mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam Ajang Bergensi Parade Tari Nusantara Tahun 2023

1394 | Ditulis oleh admin

Penyaji Terbaik I Sanggar BIntan Telani mewakili Kota Tanjungpinang

REMPAK” Ini adalah awal kehidupan baru bagi Datok Dewa Perkase, ketika istrinya melahirkan seorang dara yang sangat elok yang diberi nama Putri Sri Balau Selak. Keanehan dari putri ini adalah dia selalu menggunakan tudung kain bertabur siantan, sehingga wajahnya susah untuk dilihat. Suatu ketika, empat bahtera dihantam ribut berlabuh di Gunung Kota, tempat Datok Dewa Perkase dan para pengikutnya tinggal.  Rombongan tersebut adalah Pangeran Merte putera Mahkota Negeri Brunai. Perilaku baiknya membuat ia dijodohkan dengan Putri Sri Balau Selak.

Setelah pernikahan, Gunung Kota semakin ramai sehingga Datok memerintahkan menantunya untuk mencari tempat layak untuk dihuni.  Pangeran Merte mengusulkan untuk mengambil setempurung batu dari dua tempat, yang mana jika salah satu batu tersebut dapat DIREMPAK (dikunyah), maka tempat tersebutlah yang dipilih. Dan akhirnya tempat yang batunya dapat dirempak menjadi perkampungan teluk yang sekarang dikenal dengan Tarempa. (Penata Tari : Said Febrianry Nandani/ Penata Musik : Raja Ahmad Helmi Adi Lingkepin & Deni Okta/Penata Rias dan Busana : Melia & Indana) 

Penyaji Terbaik II  Sanggar Megad Syah Alam mewakili Kabupaten Lingga.

"Akibat Sepantun Mak Yah": Sebuah karya tari baru yang mengambil cerita masyarakat melayu Daik Lingga tentang penguasa Suku Laut Lingga "Mak yah” yang menantang Datuk Kaya Kuning untuk mematahkan salah satu puncak Gunung Daek. Siapa yang dapat mematahkan dialah yang akan menjadi penguasa. 

Akibat terlalu sombong akhirnya makyah menerima padahnya harus tunduk kepada Datuk Kaya Kuning. Penata Tari : Fahrizam Afriandi, Penata Busana: Radi dan Penata Musik : Alfiansyah S. Sn. 

Penyaji Terbaik III  Pls Sanggam mewakili Kabupaten Anambas

"Batu Berantai" Dia datang sendiri kepada raja, dia datang sendiri karena kecerdasannya, kini ia sendiri dengan kaki terantai, tangan terantai, berpeluk tubuh pada rantai. Kail pemuda yang pernah berjasa menyelamatkan negeri dari dilanggar todak kini ditenggelamkan karena kecerdasannya atas nama sebuah ketakutan kehilangan kekuasaan.

Laut berpusar, petir menggelegar, jasa kabil hilang di kedalaman laut paling dasar tapi tidak dengan jasa dan namnya. Kabil tetap sebuah kebenaran dalam legenda batu berantai. Tersebab todak, Bijak bertindak. Tersebab todak, takdir berkehendak. Penata Tari: Masyan, Penata Musik: Said Fakhrur Ar Rozzie, Penata Rias dan Busana: Diah Septi dan Boy Rangga Kusuma.

Tahniah Kepada Pemenang

Tabek Serentak Hormat

Narahubung

Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau
Alamat : Jalan Sultan Mansyur Syah – Gedung Engku Putri Lembaga Adat Melayu ( LAM ) Dompak – Provinsi Kepulauan Riau
Email : bidangkesenian.disbudprov@gmail.com
Contact Person : 083809862654 (Only Chat)
Copyright © Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau 2021